Halloween party ideas 2015

Menjaga kesehatan dan kebugaran saat ini kerapkali dikaitkan dengan dengan pasokan suplemen. Padahal, jika pola makanan yang kita lakukan sehari-hari sudah mengikuti menu gizi seimbang, suplemen tak lagi diperlukan.

Sebagai makanan tambahan atau pelengkap, suplemen makanan harus dikonsumsi pada saat yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Seseorang dapat saja mengkonsumsi suplemen jika dia sedang hamil, menyusui, baru sembuh dari sakit, pada masa pertumbuhan atau orangtua yang metabolisme tubuhnya sudah menurun. Suplemen juga bisa bermanfaat untuk anda yang sedang menggunakan obat-obatan dalam jangka panjang. Misalnya penderita TBC, yang memang butuh vitamin B6. Tapi suplemen tak boleh dikonsumsi terus-menerus, jika kondisi sudah pulih sebaiknya konsumsi suplemen dihentikan saja. Mengingat bahwa suplemen makanan hanya berfungsi memelihara kesehatan bukan obat yang dapat menyembuhkan. Bahkan jika kebutuhan gizi sudah tercukupi untuk sehari-hari, tidak lagi perlu mengkonsumsi suplemen. 

Beberapa tahun terakhir ini, makanan tambahan atau suplemen gencar sekali dipasarkan melalui berbagai media. Iming-iming hidup sehat menjadi faktor yang memancing Anda untuk tergoda. Booming produk suplemen seakan berlomba, bukan hanya melalui media cetak, media televisi atau mall-mall, bahkan sudah masuk kerumah-rumah melalui MLM.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan sayuran dan buah-buahan serta makanan tradisional yang sarat vitamin apakah masih diperlukan lagi suplemen tambahan? Meskipun begitu tingginya kebutuhan anda akan vitamin, namun alangkah bijaknya anda tidak membiasakan mengkonsumsi suplemen. Sudah selayaknya anda banyak mempertimbangkan dengan pedoman gizi seimbang yang selama ini anda anut dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah sebenarnya suplemen itu dan benarkah kita memerlukannya? Suplemen adalah substansi penting yang disarikan dari bahan alami, yang dimaksudkan untuk membantu seseorang dalam mempertahankan vitalitas tubuh. Pada hakekatnya suplemen kerap dikaitkan dengan kebugaran dan kekuatan fisik. Meski belakangan juga dikhususkan untuk pria, wanita, anak-anak. Pasaran yang segmented ini membuat bisnis suplemen seolah menjadi bisnis yang tak kenal mati dan menggiurkan.

Meskipun terbuat dari bahan alami, bukan berarti anda aman-aman saja mengkonsumsi suplemen. Produk suplemen yang dijual juga mengandung bahan kimia bahkan bahan aktif yang bisa membahayakan kesehatan anda, akibat kontarindikasi. Sebaiknya anda tetap berkonsultasi dengan dokter saat mengkonsumsi suplemen. Sebaiknya seseorang tidak perlu membentengi diri dengan suplemen terus-menerus karena tubuh seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit asalkan menganut pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang.

 Pilih Suplemen Atau Makanan Alami

Dari ratusan suplemen yang beredar hanya sebagian kecil saja yang memiliki keefektifan dan aman dikonsumsi. Pasalnya awam seringkali keliru menganggap suplemen adalah obat, padahal suplemen bukan obat. Harap diketahui, produk obat yang gagal memenuhi syarat sebagai obat akhirnya beralih menjadi golongan suplemen.

Overdosis suplemen pun seharusnya menjadi pertimbangan saat anda memutuskan untuk memilih bahan suplemen yang anda perlukan. Karena bukan hanya semata-mata anda memerlukan. Namun yang anda perlukan justru kehati-hatian dan kecermatan saat membaca imformasi yang tertera disetiap kemasan produk suplemen. Ingat, jangan mudah terbujuk rayuan iming-iming sehat dan bugar.

Terkait dengan masih minimnya penelitian terhadap berbagai produk suplemen yang banyak beredar di masyarakat, ada baiknya anda justru bijak menentukan perlu atau tidaknya menkonsumsi suplemen. Harganya yang cukup mahal, sebaiknya menjadi alasan anda untuk memepertimbangkan pentingnya membeli membeli produk suplemen. Alangkah baiknya jika anda berinisiatif menyajikan makanan sehat bergizi untuk sekeluarga. Selain suplemen makanan yang diraih, suplemen cinta yang anda peroleh pasti lebih banyak lagi. seperti dikutip dari bening.

Dalam takaran yang pas, kopi punya sejuta manfaat bagi kesehatan. Namun ada kalanya konsumsi kopi harus dikurangi, sebab seringkali kalau sudah berlebihan justru bisa memicu berbagai keluhan ringan dan gangguan serius bagi kesehatan seperti mengacaukan siklus tidur.

Selain menyebabkan rasa kantuk di siang hari, gangguan tidur di malam hari juga mengakibatkan sakit kepala, pegal-pegal, lesu, lemah, dan sebagainya. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan otak dan jantung kekurangan oksigen, sehingga terjadi gangguan pada jantung, mengurangi kepandaian serta kekebalan (mudah lupa, pikun, dan sakit). Kekurangan oksigen pada jantung juga dapat menyebabkan mimpi yang menakutkan.

Karenanya, setiap orang membutuhkan siklus tidur yang normal sesuai dengan tingkatan usianya. Siklus tidur di malam hari (ultradian sleep cycle), mestinya ditandai siklus rapid eye movement (REM) dan siklus non-rapid eye movement (NREM) yang muncul bergantian antara 90 - 110 menit. Tidur yang "baik", memiliki siklus REM tidak lebih dari 25% dari total waktu tidur. REM merupakan batas antara tidur dan terjaga, saat daya ingat dan respon terhadap sinar dan suara masih ada, meskipun tidak sampai terbangun.

Pengacau Siklus Tidur Yang Harus Anda Hindari
Saat REM, mata dan anggota tubuh lainnya tidak istirahat, sehingga tidur tidak nyenyak dan gelisah, mudah terbangun, dan sering bermimpi. Sekitar 80% dari mimpi tersebut dapat diingat sampai ke detil-detilnya. Denyut jantung dan pernapasan tidak teratur. Makanya ketika terbangun, akan terasa sakit kepala, mata lelah, pegal-pegal di otot leher, bahu, dada, dan sendi-sendi, serta mengantuk di siang hari.

Sementara pada siklus tidur NREM, terjadi tidur yang begitu nyenyak, sehingga nyaris tidak mengingat apapun, termasuk mimpi. Ada empat tingkat kenyenyakan pada siklus NREM. Tingkat 1 dan tingkat 2 merupakan tahap kenyenyakan yang paling banyak dialami orang (50 - 60%).

Sedangkan pada tingkat kenyenyakan 3 dan 4, tubuh menunjukkan keadaan istirahat maksimal (metabolisme, denyut jantung, dan frekuensi pernapasan menurun) disertai sekresi hormon pertumbuhan dan hormon-hormon lain yang sangat penting dalam proses pemulihan, karena merangsang pertumbuhan sel-sel baru di seluruh tubuh menggantikan sel-sel rusak dan mati. Pikiran pun jadi cerah, tubuh segar dan berenergi, karena tidur nyenyak tanpa gangguan.

Anak-anak mengalami siklus tidur NREM di tingkat 3 dan 4 lebih lama dan akan berkurang dengan bertambahnya usia. Di usia lanjut, siklus tidur NREM umumnya hanya sampai tingkat 1 dan 2 sehingga mudah terbangun dan mudah tertidur.
Beberapa alasan yang perlu dipertimbangan untuk mengurangi kopi adalah sebagai berikut:
1. Kandungan kafein dalam kopi meningkatkan produksi catecholamine, salah satu hormon stres. Respons stres akan meningkatkan produksi insulin, sementara insulin yang terlalu banyak akan memicu peradangan dan rasa tidak enak badan.

2. Kebiasaan minum kopi yang berlebihan bisa mengurangi sensitivitas insulin, sehingga tubuh kesulitan menilai kebutuhan gula darah. Kalau kadar gula darah berlebihan, risiko kerusakan pembuluh darah serta kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat.

3. Kopi murni punya banyak senyawa antioksidan yang bermanfaat, tapi kadang juga mengandung diterpen. Senyawa yang disebutkan terakhir ini berhubungan dengan peningkatan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan trigliserida.

4. Kandungan asam kolinergik dalam kopi bermanfaat untuk menunda penyerapan glukosa di usus, tetapi juga bisa meningkatkan kadar senyawa homosistein. Senyawa tersebut merupakan indikator adanya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang dijumpai pada diabesitas (diabetes yang dipicu oleh obesitas).
5. Keasaman kopi juga berhubungan dengan rasa tidak nyaman di saluran pencernaan, serta banyak dikaitkan dengan berbagai gangguan seperti GERD (gastro esophgial reflux disease), nyeri dada, perut kembung serta disbiosis (ketidakseimbangan flora usus).

6. Kecanduan adalah masalah lain yang sering dipicu oleh kopi dan membuat tubuh susah menemukan sumber energi yang sesungguhnya. Coba tanyakan pada orang-orang yang pernah sakau karena belum minum kopi, rasanya pasti lemas meskipun sebenarnya sudah makan.
7. Bukan cuma kopi yang bikin kecanduan, tetapi juga hal-hal lain yang sering disajikan bersama dengan kopi misalnya gula dan cremmer. Kopi latte misalnya, adalah contoh minuman rendah gizi namun kaya energi dan cepat bikin gemuk.

8. Sebuah senyawa organik di dalam tubuh yang dinamakan 5-HIA akan meningkat kadarnya pada orang yang minum kopi. Senyawa ini merupakan neurotransmitter serotonin atau hormon senang, yang sangat berperan dalam siklus tidur-bangun. Artinya, kopi bisa mengganggu pola tidur lalu memicu depresi dan kegelisahan.

9. Sehabis minum kopi, frekuensi buang air kecil pasti meningkat. Pada peminum kopi yang parah, berbagai mineral tubuh seperti kalsium, magnesium dan potassium akan berkurang kadarnya dan memicu ketidakseimbangan eletrolit.

10. Berbagai kandungan dalam kopi bisa mempengaruhi penyerapan obat di dalam tubuh, serta proses pembuangannya di hati. Obat antidepresan trisiklik misalnya, akan sulit diserap jika tubuh berada dalam pengaruh kafein sehingga gejala penyakit akan memburuk.

Ancaman bahaya narkoba tidak pandang usia, Masuk keseluruh lapisan masyarakat, termasuk ke lingkungan sekolah, bahkan mendirikan pabrik di lingkungan perumahan. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2007 mengungkapkan, terdapat 3,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang berkutat dengan zat terlarang tersebut. Bahkan tahun 2006 tercatat sekitar 15000 anak dan remaja meninggal akibat narkotika dan obat berbahaya (narkoba), yang umumnya sudah mereka kenal sejak dalam rentang usia 10-19 tahun. Penelitian Program International Eliminasi Pekerja Anak (IPEC), Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada tahun 2003 menegaskan rata-rata anak mulai mengenal narkoba sejak usia 13 tahun. Ada sekitar 500 ribu di antaranya para pencandu heroin, 25 persennya memakai alat suntik. Heroin memiliki ketergantungan yang sangat besar dibandingkan dengan jenis narkotika lainnya, dan kenikmatannya juga juga lebih besar. Oleh karena itu para orang tua memahami dengan baik informasi mengenai jenis dan bahaya narkoba. Pemahaman ini penting, agar orangtua juga dapat mengenali dan memeberikan informasi yang benar kepada anak.

Jenis narkoba yang banyak beredar di pasaran adalah opioid, salah satu jenisnya adalah heroin. Dunia kedokteran sering menggunakannya untuk obat-obatan, seperti morphin, penthamil. Namun sekarang ini banyak juga yang beredar di pasaran. Efek akibat pemakaian heroin adalah pupil mata mengecil, timbul eophoria, atau disphoria, mengalami gangguan pemusatan perhatian, keringat berlebihan, dan daya ingat berlebihan. Konsumsi opioid juga mempengaruhi tingkah laku penggunanya, berupa perilaku maladaftif seperti ketakutan, kecurigaan, gangguan dan tidak realistis.

Zat berbahaya lain yang banyak dikonsumsi dan menimbulkan masalah kecanduan adalah alkohol. Minuman alkohol juga termasuk jenis narkoba. Alkohol menimbulkan efek gelisah yang berlebihan, tekanan darah menurun dan menimbulkan halusinasi pendengaran. Alkohol memiliki jenis yang beragam, mulai dari yang resmi sampai yang tidak resmi, mulai dari kadar alkohol rendah hingga sangta berbahaya.

Cegah Narkoba Kenali Anak

Ketiga adalah ganja. Penelitian Profil Pcandu (YCAB,2001)bmembuktikan bahwa lebih dari 70 persen pecandu berat narkoba memulai karier mereka dengan menghisap ganja. kebiasaan melayang dengan menghisap ganja ini biasanya kemudian meningkat ke narkoba kelas berat seperti putau atau sabu. Efek yang ditimbulkan bila seseorang memakai ganja adalah jantung berdebar, euphoria,halusinasi, delusi, nafsu makan bertambah, apatis, dan memiliki perasaan waktu berjalan sangat lambat.

Jenis Lainnya adalah kokain, jenis stimulasia yang terbuat dari pohon koka yang bayak terdapat di peru dan chilli. Melalui proses kimiawi, sari daun koka ini diolah menjadi bubuk halus yang disebut kokain  dengan cara menyedot langsung serbuk putih tersebut melalui hidung. Jenis ini sangat mahal dan dikonsumsi orang-orang tertentu saja.

Jenis narkoba yang lain yang banyak beredar adalah aphetamine tipe stimulan. Aphetamine sebenarnya adalah obat perangsang yang dapat menimbulkan efek langsung pada pemakainya. Ada  4 jenis bentuk aphetamine, di antaranya adalah tablet, injeksi, ekstasi, dan shabu. Saat ini pasar narkoba dunia sebagian besar mengarh pada pemakaian aphetamine sangat gampang dibuat dari bahan racikan. Efek yang ditibulkan adalah agitasi psikomotor (hyperaktif, tidak dapat diam), rasa gembira, paranoid, halusinasi penglihatan, tekanan darah meningkat, dan sebagainya.

Zat memabukkan lainnya yang juga banyak dikonsumsi adalah halusinogen yakni zat yang bisa menimbulkan halusinasi, diantaranya valatile solvent, zat cair yang mudah menguap yang kerap digunakan untuk campuran lem. Ada pula benzoadiazepine dan pil koplo. Namun  zat adiktif yang bayak beredar adalah rokok, Pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenallnya kepada rokok.

Brain Damage
Narkoba menyebabkan ketergantungan pada penggunanya karena mengandung zat adiktif yang menempel di otak. Otak adalah organ vital yang akan terserang pertama kali akibat pemakaian narkoba. Dalam jangka panjang pemakaian dapat menyerang organ lainnya vital lainnya seperti hati, jantung, dan paru-paru. Dalam otak manusia terdapat zat-zat kimia yang berfungsi sebagai pengantar implus di dalam synapse (jaringan otak) yang disebut neorotransmitter.

Ada beberapa jenis neorotransmitter di antaranya adalah dopamin yang bertanggung jawab akan tibulnya rasa nyaman, meningkatkan tekanan darah dan denyaut jantung. Kedua  adalah serotonin yang bertanggung jawab pada mood, rasa lapar, dan kantuk. Kekurangan serotonin akan mengakibatkan depresi. Ketiga adalah gama amino butyric acid yang bertanggung jawab akan tibulnya rasa tenang dan kantung. Dan terakhir endrophin yang bertanggung jawab mengatur rasa nyeri.

Setiap neorotransmitter tersebut mempunyai reseptor tertentu yang pengaruhnya langsung ke otak. Jika seseorang memakai narkoba, zat yang terkandung di dalamnya membuat otak seolah-olah di injeksi dengan tekan tinggi, yang menyebabkan terjadinya barain damage atau kerusakan otak. Makanya seseorang pencandu baru akan merasakan kenikmatan mengunakan narkoba pada saat ia mencoba pertama kali, si zat tersebut sudah membuat sarang di dalam otaknya.

Orangtua perlu lebih aware
Banyak orangtua yang berpendapat "saya  pasti tahu kalau anak saya mulai memakai narkoba". Namun sayangnya, pada kebanyakan kasus narkoba, orangtua justru menjadi orang terakhir yang mengetahui bahwa anaknya bernmasalah dengan narkoba. Celakanya, ketika orangtua mengetahui, tingkat ketergantungan anak sudah parah dan sangat terlamabat diupayakan pencegahan.  Karena itu menghimbau kepada orangtua agar benar-benar mengenal anaknya dengan baik "hanya itu yang dapat menjadi peringatan dini (early warning) bagi orangtua.

Langkah pertama yang perlu dilakukan orangtua adalah menekankan pada anak-anak bahwa penyalahgunaan narkoba adalah haram dan dilarang semua agama. Dengan begitu anak-anak tidak ragu lagi terhadap status barang laknat tersebut. Hendaknya orangtua membekali dirinya dengan pengetahuan dan keterampilan tentang   bahaya dan akibat narkoba. Dengan mengetahuinya, orangtua bisa melihat dan mendeteksi secara dini segala kejanggalan yangf tampak pada diri anaknya. Baik dalam keseharian dirumah maupun aktivitas bersama rekan sebayanya.

Perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak secara mendadak atau ekstrim bisa dijadikan warning bagi orangtua. Misalnya si anak yang tadinya rajin beribadah menjadi sering meninggalkannya, sering berbohong, membolos prestasi belajar menurun, dan lainnya.  Selain itu bila orangtua menemukan barang-barang yang digunakan untuk konsumsi, atau sisa konsumsi narkoba, misalnya alumunium foil terbakar, alat suntik, remah daun ganja, dan lainnya. Maka orangtua harus waspada. Untuk mengetahuinya orangtua sesekali memeriksa kamar anak. Orangtua juga wajib  mengenali teman-teman bermain satu geng anak, dan memperhatikan aktivitas mereka.

Meskipun mitos ada yang mengatakan pecandu biaasanya berasal dari keluarga broken home, namun penelitian Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB,2000) pada 600 pecandu menunjukkan, sebagian besar pencandu narkoba berasal dari keluarga baik-baik. Persepsi keluarga baik-baik ini mungkin berbeda tiap orang. Namun hal penting perlu dicatat dari penelitian ini adalah lebih dari 60 persen pecandu mengaku mempunyai orangtua lengkap, dimana ibu tidak bekerja dan tinggal dirumah.

Artinya narkoba tidak hanya meneyerang mereka yang berlatar belakang keluarga broken home,  atau ibu yang sibuk bekerja. Narkoba juga merasuki anak-anak dari keluarga yang tampaknya sempurna. Tapi anak dari keluarga yang hancur dan kurang perhatian, akan lebih mudah terpancing untuk mencari perhatian diluar rumah dan bisa terjerumus pada kelamnya dunia narkoba.

Metode rehabillitasi yang memasukkan konsep agama memiliki tingkat kegagalan 12 persen. Semenetra tingkat keberhasilan rehabilitasi tanpa konsep agama hanya sekitar 43 persen.

Namun bagaimana pun kondisi keluarga, yang penting orangtua perlu senantiasa menjaga komunikasi dengan anak. Meskipun si anak sudah tidak lagi menjadi pencandu dan melakukan rehabilitasi,  namun tidak menetup kemungkinan zat aktif narkoba yang pernah ia pakai menjadi aktif kembali. Yang perlu dilakukan adalah menghilangkan "sarang-sarang" bekas zat adiktif tadi. Karena obat-obat ini memiliki efek yang berbeda-beda, maka orangtua dapat melihatnya lewat perubahan perilaku anak. Biasanya yang pendiam lebih sering memakai aphetamin, sehingga ia akan mengalami kegairahan. Dan bila anak agak hyper, ia lebih senang menggunakan jenis opioid.


Jika memang kedapatan seseorang sudah terkena narkoba hal yang perlu segera dilakukan adalah membawanya ke profesioanal. Bila anaknya sudah overdosis maka orangtua perlu membawanya ke rumah sakit bukan ke psikiater. Psikiater hanya akan melakukan terapi medik,psikologik, mauoun sosial. Terapi medik yang dimaksud adalah si anak diberi jenis obatanti psikotik yang ditujukan terhadap gangguan sistem neurotransmitter susunan saraf pusat (otak). Selain itu juga diberikan terapi psikologi, dan sosial, yang akan mengontrol lingkungan sosial si anak.Jika ia bergaul dengantukang bunga maka ia kan ikut wangi. Jadi orangtua perlu memantau pergaulan anak, dan lingkungannya.


Tak kalah penting adalah terapi agama. Ada korelasi positif antara faktor agama dengan proses penyembuhan pengguna narkoba. Pada intinya niat si pencandu itu sendiri yang memperkuat keinginan untuk keluar dari jerat narkoba. Metode rehabilitasi yang memasukkan konsep agama memiliki tingkat kegagalan 12 persen. Sementara tingkat keberhasilan rehabilitasi tanpa konsep agama hanya sekitar 43 persen.


Kenali lingkungan Anda
Tidak ada jamina tipe-tipe anak tertentu saja yang mudah terpengaruh narkoba. Apa pun tipenya, anak bisa terjangkit narkoba. Namun kebanyakan dari mereka yang terkena adalah anak-anak yang tergolong tidak bisa menentukan keputusan, dan mudah sekali terpancing denganhal-hal yang baru, sehingga ingin mencoba-coba. Usia pra remaja hingga remaja adalah usia dimana mereka lebih care kepada teman-teman bermain, dengan kata lain peer group sangat berpengaruh. oleh karena itu, lingkungan pergaulan anak,akan sangat berperan dalam menularkan narkoba kepada anak.


lingkungan pergaulan, bukan hanya lingkungan tempat anak-anak nongkrong, namun juga lingkungan sekolah yang juga menjadi tempat yang paling rawan akan peredaran narkoba. Malah sekolah elite yang edentik dengan ketatnya aturan ternyata tidak luput dari incaran jaringan narkoba. sekolah elite justru menjadi sasaran empuk bagi bandar narkoba. hidup serba kecukupan para siswa sekolah elite sering membuat mereka gampang mengeluarkan uang, untuk membeli barang haram tersebut. Apalagi banyak siswa yang tidak mengetahui aneka macam narkoba.


Narkoba juga sudah masuk lingkungan perumahan. Tidak hanya mengedarkan, bahkan beberapa kasus menunjukkan bahwa narkoba diproduksi di lingkungan perumahan. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar ini sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab banyak pihak, seperti orangtua,guru,dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan mengadakan razia mendadaksecara rutin, baikdi sekolah maupun di lingkungan  masyarakat. untuk mencegah anak agar tidak terjerumus pada dunia narkoba, orangtua perlu menegaskan kepada anak bahwa narkoba dan sejenisnya adalah HARAM.


Langkah terbaik untuk mencegah agar anak tidak terjerat narkoba adalah mengenal sifat dan perilaku anak. Apakah Anda sudah mengenal anak Anda? berikut ini kuis mengenal anak menurut Raising Drug-Free Children, Veronica Colondan tahun 2007.

  1. Warna fafavorit anak saya adalah.........
  2. Sahabat terdekat anak saya adalah..........
  3. Siapa nama guru anak saya dan siapa guru yang disuka mengapa?
  4. Siapa yang menjadi panutan di dalam  keluaraga?
  5. Apa yang dikaguminya dari orang yang menjadi panutan?
  6. Apakah harapan anak untuk sesuatu yang sekarang saya lakukan bagi dia?
  7. Apa makanan kesukaan anak saya?
  8. Apa acara televisi yang disuka anak saya?
  9. Apa pendapat anak saya tentang dirinya sendiri, dan tentang saya?
  10. Apa hoby anak saya?
  11. Apa cita-cita anak saya?
Skor Anda jika menjawab dengan benar
  • 8-10 : Selamat! Anda sangat mengenal anak anda
  • 5-7   : Anda bisa lebih baik memberi perhatian
  • Kurang dari 5 pertanyaan : Wah..parah.. sudah saatnya Anda luangkan waktu untuk lebih mengenal anak Anda sebelum terlambat.

Dunia berubah dan berkembang sedemikian cepat setiap harinya. Kemajuan media dan perangkat komunikasi adalah dua hal yang paling kita rasakan pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari. Handphone misalnya, 10 tahun yang lalu masih merupakan barang langka namun sekarang benda plastik berukuran ini telah menjadi teman sejati manusia untuk bertelepon, membuat foto, mendengarkan musik, bermain games, dan bahkan untuk browsing di internet.

Perkembangan ini tentunya telah memberi perubahan besar dalam kehidupan maupun pengalaman hidup anak-anak kita. Masa kanak-kanak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kebanyakan anak sudah meninggalkan jenis-jenis permainan 'lama' seperti: memanjat dan bertengger di atas pohon, membuat benteng pasir, bermain di sungai, bersepeda di jalan, menjaga keseimbangan tubuh di atas batu, mengukur kakuatan fisik dengan teman sebaya, atau pun menjatuhkan diri dan berguling di atas bukit ke bawah dengan gembira. Anak-anak zaman sekarang, lebih sering melewatkan masa kanak-kanak di rumah dengan berbvagai kegiatan seperti: menonton televisi, bermain komputer, bemain playstation, atau pun permainan elektronik lainnya. Tentunya hal ini juga membawa damapak positif untuk memenuhi keingintahuan mereka terhadap teknologi dan informasi.

Oleh karena itulah, perkembangan kemampuan anak terutama dalam teknologi dewasa ini sangat mengagumkan. Tak perlu heran bila pada usia 7 tahun banyak dari mereka yang telah menguasai berbagai informasi dan pengetahuan tentang dunia, lebih unggul daripada kakek dan nenek di rumah. Bahkan, di usia dini, banyak anak yang telah mengerti 2 sampai 3 bahasa dengan sendirinya, tanpa sadar dari televisi. Selain itu mereka juga mampu memakai peralatan teknik modern dengan luar biasa cekatan. Pada satu sisi, anak-anak menjadi jauh lebih cerdas dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Namun di sisi lain, kami mengamati adanya peningkatan jumlah siswa yang mengalami masalah gangguan belajar, seperti: masalah konsentrasi serta kesulitan dalam proses membaca, menulis, dan berhitung. 
Aktivitas Fisik Pengaruhi Kemampuan Matematika Anak

Tahapan Pengembangan Kemampuan Belajar Anak

Hasil observasi mencatat, saat ini, 15-20% dari siswa da dalam kelas reguler mengalami gangguan belajar. Masalah yang paling terlihat adalah gangguan koordinasi. Pada pelajaran olahraga, misalnya. Sebuah gerakan koprol sederhana atau aktivitas senam dengan alat yang membutuhkan kepekaan gerakan tubuh, tercatat mempunyai risiko cidera yang cukup tinggi. Bertambahnya angka kecelakaan dalam pelajaran ini, menjadikan tantangan utama bagi tiap guru olahraga olahraga untuk menguasai teknik penyelamatan siswa, walaupun pada akhirnya sering berujung pada penghentian aktivitas tersebut.

Menjaga keseimbangan bergerak pada usia 1 tahun, diawali dengan kemampuan menggerakkan mata, menyeimbangkan tubuh, dan kemampuan untuk berdiri. Kemampuan dasar ini sangat penting dikuasai untuk kelanjutan tingkat perkembangan berikutnya di usia 2-3 tahun, dimana titik beratnya adalah daya dan rentang konsentrasi seorang anak, serta kemampuannya untuk bergerak.

Daya konsentrasi dan kemampuan bergerak merupakan dasar langkah berikutnya di usia 4-6 tahun, dimana anak mulai mengembangkan daya ingat dan kemampuan berinteraksi. Tahapan ini merupakan dasar dari kemampuan tingkat berikutnya, yaitu kemampuan berkonsentrasi dan sebagainya, yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan akademik. Maka secara garis besar dapat disimpulkan, bahwa kemampuan dasar seorang anak merupakan syarat utama untuk menuju kemampuan yang lebih kompleks. Dan di lain pihak dapat disimpulkan pula bahwa salah satu penyebab gangguan konsentrasi adalah kurangnya koordinasi/keseimbangan tubuh seorang anak.

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kemampuan Matematika

Dari penjabaran diatas, maka dapat dikatakan bahwa penyebab masalah ketidakberhasilan siswa di sekolah, terutama dalam pelajaran yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti matematika, adalah kurangnya pengalaman latihan motorik keseimbangan tubuh yang secara langsung berdampak pada kurangnya koordinasi tubuh dan lemahnya koordinasi mata-tangan. 

Koordinasi tubuh bukanlah bakat, melainkan dapat dikuasai melalui latihan. Pada umumnya anak-anak belajar koordinasi tubuh melalui aktivitas fisik, seperti: memanjat pohon, menjaga keseimbangan diatas batu, dan bahkan anak dapat belajar dari pengalaman jatuh dalam usahanya untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Meskipun kurangnya koordinasi tubuh dan anak sangat dapat terlihat dalam pelajaran olahraga, namun hal ini juga berdampak pada mata pelajaran lainnya. hambatan dalam belajar matematika, contohnya, sering disebabkan oleh kurangnya baiknya koordinasi tubuh anak. Mungkin terdengar sangat janggal. Namun metode mengatasi masalah belajar matematika dapat dilakukan melalui latihan keseimbangan diatas batu selama satu jam bersama dengan anak.

Maka dari itu, para pakar (perkembangan anak) mengatakan bahwa anak-anak yang dapat dengan tangkas menyelamatkan dirinya ketika terjatuh, sebenarnya telah menguasai persyaratan untuk berhasil dalam pelajaran matematika. Dalam hal ini, anak yang dapat tangkas jatuh tanpa mencelakakan diri sendiri, secara tidak langsung mempunyai kesadaran terhadap penguasaan keseimbangan tubuh dalam proses jatuh tersebut.

Koordinasi Tubuh dan Koordinasi Mata-Tangan
Tentunya kemampuan penguasaan keseimbangan diri ini akan sangat terbantu oleh kerja otot dan tendon (motorik kasar) yang terlatih serta kekuatan fungsi indra peraba yang di dukung pula oleh kemampuan visual yang baik lewat koordinasi mata-tangan yang sempurna. Keseluruhan hubungan ini,sekali lagi, dapat dengan mudah dijelaskan dengan contoh sebagai berikut:Apakah koordinasi mata-tangan itu?. Anak kecil akan belajar apa yang dirasakan, dengan tangan. Langkah yang dialami yaitu; (1) meraba (2) bergerak (3) melihat benda yang berbeda bentuk, dan (4) mengerti.

Namun, lemahnya koordinasi mata-tangan menyebabkan anak sulit untuk mengerti berbagai hal. Padahal pada dasarnya, koordinasi tubuh merupakan dasar kemampuan untuk bergerak. Contohnya; untuk mengangkat tangan, seorang anak harus memiliki pengetahuan tentang tangan, selain harus pula mempunyai otot tangan yang kuat untuk menggerakkannya. Disamping itu, koordinasi tubuh yang baik akan menunjang pula perkembangan kemampuan berimajinasi anak. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah, bahwa kemampuan diatas, yaitu koordinasi tubuh dan koordinasi mata tangan,merupakan syarat dasar untuk melatih perspektif depan-belakang, yang dapat membangun kejelian anak dalam melihat sebuah bentuk dasar.

Seorang anak dengan koordinasi mata-tangan yang tidak terbentuk dengan baik, hanya dapat belajar mengembangkan persepsi depan-belakang dengan terbatas. Ketidakmampuan anak untuk melihat gambar angsa pada garis-garis lengkung yang mengelilinginya dapat menjadi contoh. Kejelian melihat bentuk dasar merupakan syarat dalam mengukur kemampuan untuk memahami dan menyadari suatu hal, terlebih lagi yang abstrak.

Tak Perlu Mahal: Pohon Dan Batu Dapat Membantu!
Bila orangtua atau para pendidik telah menyadari langkah perkembangan pembelajaran yang penting bagi anak, maka sudah seharusnya kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada mereka untuk membangun fisik yang kuat melalui barbagai kegiatan. Salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan olahraga yang optimal.

Di beberapa sekolah, kesadaran akan pentingnya hubungan antara keberhasilan akademik dan koordinasi tubuh telah difasilitasi dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan atau program yang mengintergrasikan kedua hal tersebut bagi siswa sedini mungkin. Mulai dari Taman Kanak-Kanak, sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Pada pelajaran olahraga misalnya. penggunaan balok rintangan pada trek lari yang disusun secara khusus, di bawah bimbingan guru, memungkinkan siswa berlatih mengembangkan keseimbangan tubuh. Dan hasilnya sangat mengagumkan, dimana siswa lambat laun menjadi lebih berani mencoba dan mengambil resiko untuk memanjat pohon, dengan penuh kepercayaan diri.

Di sisi lain, hal ini sangat menunjang siswa dalam memahami materi akademik mereka, yang dari hari ke hari semakin penuh tantangan. Para pendidik merasa lebih tertantang untuk memberikan variasi soal matematika dengan banyak tingkat kesulitan yang semakin tinggi setiap harinya. Hal ini dimungkinkan oleh peningkatan kemampuan siswa dalam berkonsentrasi yang secara tidak langsung meningkatkan daya nalar mereka ketika menghadapi sebuah permasalahan.

Tentunya merupakan hal yang berharga bila anak-anak dibekali dengan pengalaman tersebut sejak dini. Apalagi bila dapat dilakukan bersama orang tua mereka. Sudah seharusnya orang tua menyadari, Bahwa aktifitas fisik dan pengalaman berolah tubuh memiliki arti yang luar biasa bagi perkembangan anak. Dengan kata lain, seorang anak sebaiknya menghabiskan waktunya untuk bermain dan berolahraga lebih banyak daripada duduk diam di depan televisi, komputer atau playstation. Bila memungkinkan, sebaiknya orangtua menyediakan sarana yang memberikan kesempatan anak dapat melakukan aktifitas gerak badan sekaligus belajar untuk mengenal tubuh mereka.

Semua alat bermain yang menunjang perkembangan keseimbangan tubuh, meskipun sangat sederhana, seperti pohon dan batu yang disediakan gratis oleh alam, akan membawa makna yang sangat berguna bagi keberhasilan anak, bukan hanya dalam pelajaran matematika, namun lebih dari itu, dalam semua aspek kehidupan.

Banyak anak yang sudah memiliki ponsel atau piranti elektronik sejenis.di usia dini. Tujuan awalnya ialah untuk mempermudah komunikasi dengan teman atau keluarga. Namun, anak-anak harus tetap diawasi dan dibatasi. Jangan sampai mereka kecanduan dan terus-terusan bermain dengan gadget. Tapi kalau sudah terlanjur, Inilah cara menghadapi anak yang sudah telanjur menyukai jenis mainan yang tak sesuai usia!

Jangan Gunakan Gadget di Depan Anak-anak,

Kalau kamu selalu terlihat sibuk dengan gadget, mereka akan berpikir bahwa itu hal yang seru. Jadi, usahakan tidak terlihat oleh anak-anak saat kamu berkutat dengan gadget. Gunakan Gadget dengan seimbang dan waspadai jika anak mulai mengikuti kebiasaan Anda. Anak menjadi kecanduan gadget karena sering melihat orang tua memainkannya.

Batasi Waktu Bermain Gadget,

Jangan biarkan mereka bermain gadget seharian. Berikan batasan misalnya tiga jam saja dalam sehari, atau hanya boleh saat hari libur saja. Trik mudah untuk mencegah kecanduan itu adalah dengan memberikan batasan waktu bermain game dan memasang alarm sebelum anak memainkan game-game itu. Berikan peringatan secara berkala ketika waktu bermain hampir habis. Jika waktu bermain game telah habis, beri anak sedikit jeda untuk menyimpan permainan.

Siapkan aktivitas pengganti atau Berikan Alternatif Mainan Lain,


Saat Anda hanya menyuruhnya berhenti main game di mal begitu saja maka akan timbul perlawanan darinya. Untuk mengurangi perlawanan itu siapkan aktivitas pengganti. Tidak selamanya aktivitas pengganti itu harus pergi ke luar rumah, Anda mungkin bisa mengajaknya masak bersama, menggambar, menggunting, berkebun atau menanam tanaman bersama. Kalau ada mainan lain yang lebih seru, mereka pasti akan berpaling dari gadget-nya. Coba berikan mainan lain yang menarik dan edukatif, misalnya LEGO.

Adaptasikan game dengan aktivitas nyata,

Ketika anak sangat ‘menyukai’ game yang ada di layar, Anda bisa mengadaptasikannya ke dalam dunia nyata. .Aktifitas luar ruangan mampu meningkatkan kemampuan motorik dan sosial anak. Jadi, sering-seringlah mengajak mereka bermain di taman, berlari-larian, berenang, dan sebagainya.

Aktivitas di luar rumah,

Di usia balita, perkembangan otak berkembang sangat pesat begitu juga dengan daya ingatnya. Daripada melihat bermacam hewan, sarana transportasi atau aneka bentuk bunga, tanaman dan lainnya di layar monitor alangkah baiknya mengajaknya melihat secara langsung. Ajak anak ke kebun binatang, kebung bunga, taman rekreasi atau berolahraga. Selain mereka bisa mendapatkan beragam stimulasi langsung, mereka juga akan belajar bersosialisasi dengan orang lain serta juga membuatnya aktif bergerak.

Karier Terus melaju tentu dambaan pekerja atau karyawan. Bukan  hanya demi kesejahreaan lahir yang meningkat, tetapi juga kepuasan batin. Namun, Orang sering di hadapkan pada pilihan  untuk tetap menekuni pekerjaan yang sedang di jalani, pindah ke tempat kerja lain atau bahkan alih profesi. Apa pun pilihannya pertimbangan matang diperlukan.

Sudah 10  tahun  si A – sebut saja begitu- bekerja sebagai  fotografer di sebuah studio di  Jakarta. Namun, sebagai juru foto pengantin ia merasa, kariernya mandeg. Karier tidak naik-naik.Tidak beranjak jadi supervisor atau manager, misalnya.
Sejak hari pertama  bekerja  hingga hari ke-3.650, tugasnya  itu-itu melulu. Memegang kamera, mengatur posisi pengantin, lalujepret-jepret. Sempat pula  ia berpikiruntuk alih profesi menjadi koki atau juru masak. Kebetulan , ia gemar dan jago memasak. Kini, ia betul-betul berada di persimpangan jalan.

Ada bermacam-macam alasan yang bisa membuat seseorang bertahan atau tidak pada pekerjaannya yang sedang di lakoninya. Salah satunya, berhubungan dengan pendapatan  (take home pay). Gaji atau pendapatan menjadi  yang diterima menjadi alasan yang paling banyak dipertimbangkan oleh orang yang  ingin berpindah atau bertahan pada tempat ia bekerja.

Selain itu juga faktor tunjanagn dan fasilitas tertentu yang diberikan oleh perusahaan atau tempat bekerja. Semisal, tunjangan kesehatan,  fasiliats rumah, pinjaman ringan, dan sebagainya.

Satu hal lagi yang belakangan ikut dipertimbangkan , yaitufaktor jarak  dari rumah atau tempat tinggal ke lokasi tempatnya bekerja. Tampaknya sepele, tetapi berpotensi  menjadi masalah. Apa lagi bagi orang yang bekerja di kota besar seperti Jakarta. Jarak yang jauh dan macet serta makin tingginya ongkos  transportasi  bisa bikin orang berpikir untuk pindah tempat kerja atau ganti profesi.
marketing kartu kredit mandiri

Namun, memutuskan untuk pindah kerja atau alih profesi bukan urusan mudah. Dibutuhkan dorongan atau alasan yang kuat untuk itu. Berpindah pekerjaan, apalagi ganti profesi, jelas mengandung resiko di masa depan. Di sana ada ketidak pastian, apa lagi orang harus memulianya dari awal. Persoalanya akan semakin rumit jika ia sudah beranak-istri.

Hubungan atau relasi sosial yang luas memang sering memudahkan seseorang mendapatkan imformasi tentang lapangan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan jenjang karier. Ini  tentu peluang. Namun,  itu pun tidak ada jaminan. Kalaupun harus memilih, Tetapkan secara hati-hati, realistis, dan fair, agar tidak menuai penyesalan dikemudian hari.

Bekerja serius
 Lantas bagaimana jika sudah  merasa nyaman di tempat kerjanya, namun persoalannya  kenapa jenjang kariernya tidak naik-naik?  Adakah sesuatu yang salah?
Harus di telaah lebih dulu, kenapa karier seseorang  tidak beranjak naik. Sewaktu hendak bekerja  di suatu kantor  atau perusahaan , sebaiknya kumpulkan imformasi yang cukup tentang kantor atau perusahaan itu. Cari tahu apakah dalam formasi strukturalnya terdapat peluang  untuk naik jenjang atau tidak. Dalam kasus si A mungkin  di studio foto tempat ia bekerja tidak formasi itu.

Kalaupun misalnya ada formasi yang memungkinkan pekerja atau karyawan untuk naik jenjan, perlu juga soal kreterianya. Apakah berdasarkan prestasi yang di capai, kompetensi, keterampilan, atau kemahiran? Apakah berdasarkan pada senioritas? Atau mungkin karena faktor hubungan keluarga yang biasanya ada  pada perusahaan keluarga?

Kita tahu, di beberapa instasi kenaikan jenjang karier berjalan otomatis mengikuti masa kerja. Namun,  dibeberapa perusahaan lain kesempatan naik jenjang atau karier karyawannya di buka berdasarkan prestasi yang dicapai.

Kalau sistem yang terakhir itu yang berlaku,saatnya kini meraih posisiitu dengan cara mengejar prestasi sebaik-baiknya. Prinsipnya, untuk bisa naik pangkat kita harus bekerja sungguh-sungguh. Bukan dengan cara menjilat atasan. Hambatan dalam meraih nya tentu saja ada. Namun, sebaiknya jadikan hambatan sebagai tantangan. Kalau kita bekerja secara benar, cepat atau lambat akan terlihat apa yang sesungguhnya. Kalau ada penilaian negatif akan berubah dengan sendirinya.

Lalu, Bagaimana membuat diri kita menonjol dibandingkan dengan yang lain? Tentu dengan melaukan sesuatu yang bisa di anggap sebagai prestasi di tempat kerja.Prestasi yang jauh lebih tinggi dari yang dicapai teman sekerja lainnya. Misalnya kalau bekerja di bidang  marketing atau penjualan segai salesman, bauatlah pencapaian target penjualan yang lebih dari yang lain.

Untuk mencapai perlu strategi pribadi yang tangguh, dan mungkin juga pengorbanan. Misalnya, dengan menyediakan waktu  bekerja lebih banya, berpikir dan bertindak kreatif, atau bahkan berani mengeluarkan dana pribadi agar bisa mengejar pencapaian yang jauh melebihi target. Bisa juga dengan melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan pelanggan baru, dan sebagainy. Intiunya, bekerja keras tapoi juga cerdas.
Tiga faktor bikin betah

Si A yang fotografer sempat tergoda untuk beralih profesi menjadi koki, seseorang akan memutuskan pindah kerja atau alih profesi dari pekerjaan lamanya bisa karena beberapa faktor. Diantaranya, ambang batas toleransinya sudah sudah terlampaui, kejenuhan, dan hubungan interpersonal dengan rekan kerja kurang baik.
Untuk mengetahui apakah keputusan pindah kerja atau alih profesi itu tepat atau tidak, perlu pertimbangan yang relistis dan berimbang, agar kepusan yang di ambil bukan berdasarkan emosi semata.

Sedikitnya, ada tiga faktor yang membuat orang bertahan pada profesi atau tempat kerjanya. Pertama, Ia bekerja di tempat yang  mendukung karena aman dan nyaman . Kedua, gaji atau pendapatan  yang ia terima sudah di anggap cukup. Ketiga, pekerjaan yang digelutinya sesui dengan minat dan bakat.

Kalau satu dari tiga itu tidak terpenuhi, biasanya orang akan mempertimbangkan untuk alih profesi atau pindah ke tempat kerja  lain. Alih profesi  pun perlu pertimbangan matang misalnya dengan menilai kemampuan yang dimiliki, seperti keterampilan, bakat, kompetensi, juga kemahiran,. Juga mengali lagi minat dan cita-cita yang belum terlaksana. Yang tidak kalah penting,  harus yakin apakah kita benar-benar mahir tentang bidang  baru yang di pilih.

Cara melihat dan mengali kemampuan itu bisa dengan menelisik kembalin  riwayat hidup kita. Sebagian besar waktu kita dad di mana? Kemudian tilik bagian mana yang membuat kita berprestasi. Juga dilihat apakah kita punya kebiasaan bekerja dalam tim atau bekerja sendirian.  

Setelah itu, saatnya kita bermain dengan pilihan. Yakni kalau pilihan kita tidak salah. Tentukan minat ke arah mana yang kuat, di barengi dengan membuat skema kerja:  Apa yang akan di capai dan apa saja yang akan dikerjakan pada tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Di kantor baru biasanya semangat kerja juga baru.  Nah, pergunakan semangat itu untuk memacu kerja.

Sekarang   tidak bingung lagi,  ke arah mana kita melangkah agar kita sejahtera
 lahir dan batin

Powered by Blogger.